X-Men : Days of Future Past [The Best X-Men I've Ever Seen]

Apa yang kita akukan jika ada kesempatan kembali ke masa lalu untuk memperbaiki keadaan di masa depan? Berusaha sekuat tenaga? Atau pasrah saja karena semua toh akhirnya tetap akan terjadi?
***
14012597871372890151
Sumber: kitty dkk
Sebenarnya agak  telat kalau saya menulis review film ini sekarang, tapi tak apalah wong seperti biasa saya tidak hendak menulis sebuah review tapi hanya nggambleh saja. Jadi buat yang masih pingin membaca lanjutannya mohon untuk tidak kecewa apalagi ngamuk terus mbanting gadgetnya masing-masing gara-gara stress habis liat ketikan ini. Mending nanti kalau ndak puas dengan cerita saya bisa dilampiaskan dengan berolahraga saja, badan jadi sehat, bugar, bentuk tubuh menjadi lebih asoi dan yang pasti kawan-kawan akan terlihat lebih muda dari usia sebenarnya jika rajin berolahraga secara teratur dan terukur. Trust me deh hahaha. Ups kebiasaan OOT , jadi sampai mana kita tadi? Yuk kita mulai saja daripada topik menjadi semakin liar tak terkendali.
Yups, saya memang penggemar film-film superhero, siapapun dia. Jadi kalau ada film superhero yang tayang di layar tancap maka sebisa mungkin saya segera merapat. Sebenarnya hati ini juga sangat merindukan sosok superhero asli Indonesia bisa mejeng bareng pahlawan Marvel dan DC di layar lebar, namun sayang sampai saat ini belum ada keberanian atau keinginan dari insan perfilman tanah air untuk mewujudkannya. Mungkin masih perlu waktu untuk menunggu hal itu terjadi.
***
140125985026619335
Sumber: Prof X ketemu Prof X :p
Begitu membaca kabar bahwa X-Men akan tayang tahun 2014, saya pun langsung mengagendakan untuk menontonnya. X-Men terbaru ini (kalau boleh saya bilang) dibuat untuk menghubungkan Trilogi X-Men, Dwilogi Wolverine dan Tentunya X-Men First Class Sendiri. Bagi para fans film superhero mutan ini tentunya sudah ngeh dengan semuanya. Tapi bagi penggemar film X-Men yang nyubi (unyu-unyu bingit) kaya saya hihihihi, mungkin perlu flashback sedikit ke belakang untuk merunut franchise film ini. Maaf jika mungkin ada yang bolong disana sini, maklum ingatan saya agak sering korslet huehehe.
Pertama kali rilis di tahun 2000 dengan judul X-Men cerita berfokus pada Rogue yang dijadikan senjata oleh Magnetto sehingga Profesor X berusaha menggagalkannya. Disini Wolverine masih oon karena amnesia akan masa lalunya. Tiga tahun sesudahnya atau tahun 2003 dibuatlah X-2 : X-Men United, hmm kalau nggak salah disini semua mutan bersatu karena punya musuh yang sama yaitu Stryker yang juga tahu akan masa lalu si Logan. Memasukin 2006 dibuatlah X-Men : The Last Stand , nah bagi penggemar X-Men tentu langsung ambil napas panjang, yak disini diceritakan Jean Grey yang juga kekasih Wolverine berubah menjadi Dark  Phoenix yang jahat dan membunuh Cyclops dan juga Profesor X. demi menghentikan perbuatan jahat dan meminimalisir jatuh korban, maka Wolverine harus membunuh wanita yang sangat dicintainya, betapa sedih dan kelamnya hidup ini hiks
Siklus tiga tahunan kembali berulang, di tahun 2009 muncullah film  X-Men Origins : Wolverine dimana di film ini hanya menceritakan satu tokoh mutan manusia bercakar andamatium dengan segenap masa lalunya. Tahun 2011 waktu diputar ke belakang, maka dibuatlah X-Men : First Class, saat Erik Lehnsherr alias Magnetto, Charles Xavier alias Profesor X dan Raven a.k.a Mystique menjalani persahabatan masa muda sampai mereka berpisah karena perbedaan prinsip (bukan cerai yak, kan tiga orang #ehh). dan di tahun 2013 kemarin dibuatlah kelanjutan seri The Wolverine. Jadi bagaimana? Sudah cukup mbulet dan pingin ke belakang? Baiklah saya tunggu deh, nanti balik lagi tapi ya huehehehe.
Tapi tenang dulu, bagi yang belum pernah sekalipun nonton X-Men sebelumnya tetap akan bisa menikmati film X-Men  : Days of Future Past . pokoknya duduk dan nikmati dari awal sampai akhir, semua mengagumkan.
14012599611652349532
Sumber: oom Magneto emang hobi jadi biang kerok :D
***
Awal kisah diceritakan bahwa dimasa depan, baik mutan maupun manusia terancam punah kehidupannya karena serangan robot bernama sentinel. Dengan sisa anggota yang tinggal segelintir, anggota X-Men pun mencoba mempertahankan diri  dibawah pimpinan Profesor X (Patrick Stewart) dan Magneto (Ian McKellen) [see??tak selamanya lawan itu abadi, seperti halnya kawan bukan?]. hmm..bagi penonton setia pasti sempat bingung liat professor plontos itu hidup lagi heuheuheuheu.
Sebenarnya keberadaan sentinel sendiri berkelindan dengan kejadian dimasa lalu yang mungkin saja kejadian dimasa depan tidak akan terjadi jika masa lalu bisa diperbaiki. Dengan berat hati akhirnya Profesor X dengan bantuan Kitty Pryde (Ellen Page) mengirim kesadaran Wolverine (Hugh Jackman) -satu-satunya mutan yang bisa menahan efek kesadaran kemasa lalu, mutan yang susah bahkan nggak bisa mati dan selalu awet muda sehingga tak perlu khawatir dengan kerutan dan encok pinggang- ke tahun 1973, masa dimana semuanya bermula. Wolverine ditugaskan untuk mencegah Mystique (Jennifer Lawrence) agar tidak membunuh Bolivar Trask (Peter Dinklage).
Yach, sentinel, robot raksasa keji yang diprogram untuk mengamankan dunia dari para mutan, bahkan juga menghabisi manusia yang terindikasi secara genetis di kemudian hari akan melahirkan mutan tercipta dari tangan Bolivar Trask. Mystique yang tidak terima teman-temannya sesame mutan dihabisi dimasa lalu pun membunuhnya dengan harapan semua pembantaian itu akan berakhir. Namun sayang, kematian Trask justru membuat pemerintah Amerika meneruskan program sentinel dan menghabisi semua klan mutan di seluruh dunia.
***
14012600051394803616
Sumber: ini dia rupa sentinel, mirip sama teman2 iron man yak #ehh
Mudahkah usaha Wolverine mencegah pembunuhan itu? Tentu saja tidak, apalagi dimasa lalu, Profesor X muda (James Mc Avoy) hanyalah sosok mutan gagal yang tidak punya harapan karena banyak dikecewakan oleh orang-orang yang dicintanya, apalagi Magneto muda (Michael Fassbender) yang setelah berhasil dibebaskan dengan bantuan Peter Maximoff a.k.a Quicksilver (Evan Peters) dan Hank alias Beast (Nicholas Hoult) malah sibuk dengan agenda dan aksi jahatnya kepada manusia. Bagaimana dengan usaha membujuk Mystique mengurungkan niatnya? Fiuhhh…bagai menegakkan benang basah.
Jadi bagaimana cerita akan berakhir? Monggo silahkan dipirsani sendiri di layar tancap terdekat mumpung masih tayang, pinginnya saya sih mau nulis spoiler, tapi itu koq jadi semacam perbuatan jahat ya hihihi, jadi review nggamblehnya saya cukupkan sekian.
***
14012600541307814840
Sumber: scene favorit aku huihihihihihi
Yang pasti bagi saya, film X-Men : Days of Future Past adalah The Best X-Men I’ve ever seen. Semua seperti kembali ke trek yang benar. Sutradara Bryan Singer pantas diacungi jempol, begitu juga penulis scenario Simon Kinberg yang begitu teliti membuat beberapa lubang menganga yang ada di serial X-Men terdahulu menjadi tertutup rapi. Sehingga setelah ini mau dibawa kemana kisah X-Men pergi menjadi lebih mudah dan rasional.
Semua karakter yang bermain di X-Men : Days of Future Past mendapatkan porsinya secara pas. Wolverine memang seperti sudah paten punyanya oom Hugh Jackman, saya tidak bisa membayangkan kalau Logan ganti pemeran, Mc Avoy sangat brilian menjadi pribadi yang rapuh tanpa harapan, Fassbender? Ahh sangat pas jadi manusia yang entahlah, perpaduan galau, oportunis dan terlalu obsesiv dan tentu saja Jennifer Lawrence, mbak yang satu ini memang the real Mystique, doi aktris sejati, mau peran apapun mesti total dan meyakinkan.
14012600981571535040
Sumber: mbak mystique, sori wajahnya aja, kalo sama bodynya ndak pada ngiler :p
Perjalanan waktu di film ini dibuat lugas dan sederhana tanpa harus memperumitnya agar terlihat lebih smart. Bukankah yang sederhana itu justru lebih? Untuk adegan laga? Hohoho…setiap adegan dibuat dengan koreografi yang indah dengan sentuhan emosi serta musik latar yang pas menjadikan semua momen berantem menjadi mengesankan. Seperti pas Storm (Halle Berry) dkk adu kekuatan dengan para sentinel, atau Mystique dengan keahlian bela diri, kelenturan tubuh dan body aduhainya, dijamin yang cowok-cowok pasti seger ndak perlu tetes mata heuheuheu  , dan yang tak terlupakan adalah scene peter di dapur , its cool man !!!
Jujur saja selama 131 menit berada dalam layar tancap, saya benar-benar terpukau dengan film ini, dialog-dialog panjang dengan kalimat yang indah dari masing-masing tokoh bisa menjadi inspirasi buat saya. Ya memang film ini tentu tidak akan bisa memuaskan semua penggemar X-Men, karena pasti masing-masing memiliki idola mutannya sendiri.
Terkadang maksud baik tidak selalu berakhir dengan hal yang baik pula. Namun begitu seharusnya tidak menjadikan kita untuk berhenti berbuat baik.
***
Walaupun ini film keren dan saya rekomendasikan, tapi seperti biasa saya selalu mengingatkan untuk  tidak membawa putra-putri anda yang masih dibawah umur ikut menonton film ini karena memang bukan konsumsi mereka. Kalau memang ngebet pingin nonton ya dititipin dulu deh, ke saya juga boleh kalau anak-anaknya ndak kabur duluan bwahaha, jadi selamat menonton ya :D

sumber gambar : www.imdb.com

Sumber
http://m.kompasiana.com/post/read/655232/3/x-men-days-of-future-past-the-best-x-men-ive-ever-seen.html



@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

X-Men : Days of Future Past [The Best X-Men I've Ever Seen]