Apa
yang kita akukan jika ada kesempatan kembali ke masa lalu untuk
memperbaiki keadaan di masa depan? Berusaha sekuat tenaga? Atau pasrah
saja karena semua toh akhirnya tetap akan terjadi?
***
Sumber: kitty dkk
Sebenarnya
agak telat kalau saya menulis review film ini sekarang, tapi tak
apalah wong seperti biasa saya tidak hendak menulis sebuah review tapi
hanya nggambleh saja. Jadi buat yang masih pingin membaca lanjutannya
mohon untuk tidak kecewa apalagi ngamuk terus mbanting gadgetnya
masing-masing gara-gara stress habis liat ketikan ini. Mending nanti
kalau ndak puas dengan cerita saya bisa dilampiaskan dengan berolahraga
saja, badan jadi sehat, bugar, bentuk tubuh menjadi lebih asoi dan yang
pasti kawan-kawan akan terlihat lebih muda dari usia sebenarnya jika
rajin berolahraga secara teratur dan terukur. Trust me deh
hahaha. Ups kebiasaan OOT , jadi sampai mana kita tadi? Yuk kita mulai
saja daripada topik menjadi semakin liar tak terkendali.
Yups,
saya memang penggemar film-film superhero, siapapun dia. Jadi kalau ada
film superhero yang tayang di layar tancap maka sebisa mungkin saya
segera merapat. Sebenarnya hati ini juga sangat merindukan sosok
superhero asli Indonesia bisa mejeng bareng pahlawan Marvel dan DC di
layar lebar, namun sayang sampai saat ini belum ada keberanian atau
keinginan dari insan perfilman tanah air untuk mewujudkannya. Mungkin
masih perlu waktu untuk menunggu hal itu terjadi.
***
Sumber: Prof X ketemu Prof X :p
Begitu
membaca kabar bahwa X-Men akan tayang tahun 2014, saya pun langsung
mengagendakan untuk menontonnya. X-Men terbaru ini (kalau boleh saya
bilang) dibuat untuk menghubungkan Trilogi X-Men, Dwilogi Wolverine dan
Tentunya X-Men First Class Sendiri. Bagi para fans film superhero mutan
ini tentunya sudah ngeh dengan semuanya. Tapi bagi penggemar film X-Men yang nyubi (unyu-unyu bingit) kaya saya hihihihi, mungkin perlu flashback sedikit ke belakang untuk merunut franchise film ini. Maaf jika mungkin ada yang bolong disana sini, maklum ingatan saya agak sering korslet huehehe.
Pertama kali rilis di tahun 2000 dengan judul X-Men
cerita berfokus pada Rogue yang dijadikan senjata oleh Magnetto
sehingga Profesor X berusaha menggagalkannya. Disini Wolverine masih oon
karena amnesia akan masa lalunya. Tiga tahun sesudahnya atau tahun 2003 dibuatlah X-2 : X-Men United,
hmm kalau nggak salah disini semua mutan bersatu karena punya musuh
yang sama yaitu Stryker yang juga tahu akan masa lalu si Logan.
Memasukin 2006 dibuatlah X-Men : The Last Stand
, nah bagi penggemar X-Men tentu langsung ambil napas panjang, yak
disini diceritakan Jean Grey yang juga kekasih Wolverine berubah menjadi
Dark Phoenix yang jahat dan membunuh Cyclops dan juga Profesor X. demi
menghentikan perbuatan jahat dan meminimalisir jatuh korban, maka
Wolverine harus membunuh wanita yang sangat dicintainya, betapa sedih
dan kelamnya hidup ini hiks
Siklus tiga tahunan kembali berulang, di tahun 2009 muncullah film X-Men Origins : Wolverine dimana di film ini hanya menceritakan satu tokoh mutan manusia bercakar andamatium dengan segenap masa lalunya. Tahun 2011 waktu diputar ke belakang, maka dibuatlah X-Men : First Class,
saat Erik Lehnsherr alias Magnetto, Charles Xavier alias Profesor X dan
Raven a.k.a Mystique menjalani persahabatan masa muda sampai mereka
berpisah karena perbedaan prinsip (bukan cerai yak, kan tiga orang
#ehh). dan di tahun 2013 kemarin dibuatlah kelanjutan seri The Wolverine. Jadi bagaimana? Sudah cukup mbulet dan pingin ke belakang? Baiklah saya tunggu deh, nanti balik lagi tapi ya huehehehe.
Tapi tenang dulu, bagi yang belum pernah sekalipun nonton X-Men sebelumnya tetap akan bisa menikmati film X-Men : Days of Future Past . pokoknya duduk dan nikmati dari awal sampai akhir, semua mengagumkan.
Sumber: oom Magneto emang hobi jadi biang kerok :D
***
Awal
kisah diceritakan bahwa dimasa depan, baik mutan maupun manusia
terancam punah kehidupannya karena serangan robot bernama sentinel.
Dengan sisa anggota yang tinggal segelintir, anggota X-Men pun mencoba
mempertahankan diri dibawah pimpinan Profesor X (Patrick Stewart) dan Magneto (Ian McKellen)
[see??tak selamanya lawan itu abadi, seperti halnya kawan bukan?].
hmm..bagi penonton setia pasti sempat bingung liat professor plontos itu
hidup lagi heuheuheuheu.
Sebenarnya
keberadaan sentinel sendiri berkelindan dengan kejadian dimasa lalu
yang mungkin saja kejadian dimasa depan tidak akan terjadi jika masa
lalu bisa diperbaiki. Dengan berat hati akhirnya Profesor X dengan
bantuan Kitty Pryde (Ellen Page) mengirim kesadaran Wolverine (Hugh Jackman) -satu-satunya
mutan yang bisa menahan efek kesadaran kemasa lalu, mutan yang susah
bahkan nggak bisa mati dan selalu awet muda sehingga tak perlu khawatir
dengan kerutan dan encok pinggang- ke tahun 1973, masa dimana semuanya
bermula. Wolverine ditugaskan untuk mencegah Mystique (Jennifer Lawrence) agar tidak membunuh Bolivar Trask (Peter Dinklage).
Yach,
sentinel, robot raksasa keji yang diprogram untuk mengamankan dunia
dari para mutan, bahkan juga menghabisi manusia yang terindikasi secara
genetis di kemudian hari akan melahirkan mutan tercipta dari tangan
Bolivar Trask. Mystique yang tidak terima teman-temannya sesame mutan
dihabisi dimasa lalu pun membunuhnya dengan harapan semua pembantaian
itu akan berakhir. Namun sayang, kematian Trask justru membuat
pemerintah Amerika meneruskan program sentinel dan menghabisi semua klan
mutan di seluruh dunia.
***
Sumber: ini dia rupa sentinel, mirip sama teman2 iron man yak #ehh
Mudahkah usaha Wolverine mencegah pembunuhan itu? Tentu saja tidak, apalagi dimasa lalu, Profesor X muda (James Mc Avoy) hanyalah sosok mutan gagal yang tidak punya harapan karena banyak dikecewakan oleh orang-orang yang dicintanya, apalagi Magneto muda (Michael Fassbender) yang setelah berhasil dibebaskan dengan bantuan Peter Maximoff a.k.a Quicksilver (Evan Peters) dan Hank alias Beast (Nicholas Hoult)
malah sibuk dengan agenda dan aksi jahatnya kepada manusia. Bagaimana
dengan usaha membujuk Mystique mengurungkan niatnya? Fiuhhh…bagai
menegakkan benang basah.
Jadi bagaimana cerita akan berakhir? Monggo silahkan dipirsani
sendiri di layar tancap terdekat mumpung masih tayang, pinginnya saya
sih mau nulis spoiler, tapi itu koq jadi semacam perbuatan jahat ya
hihihi, jadi review nggamblehnya saya cukupkan sekian.
***
Sumber: scene favorit aku huihihihihihi
Yang pasti bagi saya, film X-Men : Days of Future Past adalah The Best X-Men I’ve ever seen.
Semua seperti kembali ke trek yang benar. Sutradara Bryan Singer pantas
diacungi jempol, begitu juga penulis scenario Simon Kinberg yang begitu
teliti membuat beberapa lubang menganga yang ada di serial X-Men
terdahulu menjadi tertutup rapi. Sehingga setelah ini mau dibawa kemana
kisah X-Men pergi menjadi lebih mudah dan rasional.
Semua
karakter yang bermain di X-Men : Days of Future Past mendapatkan
porsinya secara pas. Wolverine memang seperti sudah paten punyanya oom
Hugh Jackman, saya tidak bisa membayangkan kalau Logan ganti pemeran, Mc
Avoy sangat brilian menjadi pribadi yang rapuh tanpa harapan,
Fassbender? Ahh sangat pas jadi manusia yang entahlah, perpaduan galau,
oportunis dan terlalu obsesiv dan tentu saja Jennifer Lawrence, mbak
yang satu ini memang the real Mystique, doi aktris sejati, mau peran
apapun mesti total dan meyakinkan.
Sumber: mbak mystique, sori wajahnya aja, kalo sama bodynya ndak pada ngiler :p
Perjalanan
waktu di film ini dibuat lugas dan sederhana tanpa harus memperumitnya
agar terlihat lebih smart. Bukankah yang sederhana itu justru lebih?
Untuk adegan laga? Hohoho…setiap adegan dibuat dengan koreografi yang
indah dengan sentuhan emosi serta musik latar yang pas menjadikan semua
momen berantem menjadi mengesankan. Seperti pas Storm (Halle Berry)
dkk adu kekuatan dengan para sentinel, atau Mystique dengan keahlian
bela diri, kelenturan tubuh dan body aduhainya, dijamin yang cowok-cowok
pasti seger ndak perlu tetes mata heuheuheu , dan yang tak terlupakan
adalah scene peter di dapur , its cool man !!!
Jujur
saja selama 131 menit berada dalam layar tancap, saya benar-benar
terpukau dengan film ini, dialog-dialog panjang dengan kalimat yang
indah dari masing-masing tokoh bisa menjadi inspirasi buat saya. Ya
memang film ini tentu tidak akan bisa memuaskan semua penggemar X-Men,
karena pasti masing-masing memiliki idola mutannya sendiri.
Terkadang
maksud baik tidak selalu berakhir dengan hal yang baik pula. Namun
begitu seharusnya tidak menjadikan kita untuk berhenti berbuat baik.
***
Walaupun
ini film keren dan saya rekomendasikan, tapi seperti biasa saya selalu
mengingatkan untuk tidak membawa putra-putri anda yang masih dibawah
umur ikut menonton film ini karena memang bukan konsumsi mereka. Kalau
memang ngebet pingin nonton ya dititipin dulu deh, ke saya juga boleh
kalau anak-anaknya ndak kabur duluan bwahaha, jadi selamat menonton ya
:D
sumber gambar : www.imdb.com
Sumber
http://m.kompasiana.com/post/read/655232/3/x-men-days-of-future-past-the-best-x-men-ive-ever-seen.html
@
Tagged @ cinema
Tagged @ film





0 komentar:
Posting Komentar - Kembali ke Konten