Anda hobi selfie? Jika iya, bisa jadi anda terkena salah satu kategori
selfitis, penyakit mental orang-orang yang terobsesi dengan
kebiasaan memfoto diri sendiri dan selanjutnya mengunggah ke jejaring
media sosial. Demikian yang diungkap American Psychiatric Association
(APA) d situs adobochronicles.com.
Fenomena selfie memang sudah menghinggapi seluruh lapisan masyarakat,
dari kalangan bawah hingga para pemimpin negara. Cukup banyak berita
heboh soal foto selfie, dari presiden Obama saat berkumpul dengan para
pemimpin dunia, pilot pesawat tempur yang berselfie ria saat menerbangkan
pesawatnya, hingga ulah konyol perampok bank di Amerika yang memposting
selfie-nya di Facebook hingga akhirnya ditangkap polisi.
Selanjutnya APA mengidentifikasi ada tiga kategori atau tahapan selfitis ini:
Batas selfitis (borderline selfitis), mereka yang setiap harinya
mengambil tiga foto selfies tapi tidak selalu mengunggahnya ke jejaring sosial.
Berikutnya, Selfitis akut (acute selfitis), mereka yang mempunyai
kebiasaan setiap harinya tiga foto selfies dan mengunggahnya di jejaring sosial.
Terakhir,Selfitis kronis(cronic selfitis), ini yang paling parah, dimana
yang terkena selfitis kronis tidak bisa mengontrol lagi kemauan untuk selalu foto
selfie. Setiap harinya setidaknya enam kali selfie dan mengunggahnya ke-
jejaring sosial.
Berlebihan dalam hal apapun akan berdampak buruk, jadi secukupnya saja.
Memang relatif untuk setiap orang, tapi paparan para psikiater diatas bisa jadi
acuan, sudah sejauh mana hobi selfie anda, normal, akut atau kronis? Penulis
sendiri kebetulan jarang selfie, jadi masih relatif aman dari sakit mental ini.
Bagaimana dengan anda?
Dammam, 07/04/2014
selfitis, penyakit mental orang-orang yang terobsesi dengan
kebiasaan memfoto diri sendiri dan selanjutnya mengunggah ke jejaring
media sosial. Demikian yang diungkap American Psychiatric Association
(APA) d situs adobochronicles.com.
Fenomena selfie memang sudah menghinggapi seluruh lapisan masyarakat,
dari kalangan bawah hingga para pemimpin negara. Cukup banyak berita
heboh soal foto selfie, dari presiden Obama saat berkumpul dengan para
pemimpin dunia, pilot pesawat tempur yang berselfie ria saat menerbangkan
pesawatnya, hingga ulah konyol perampok bank di Amerika yang memposting
selfie-nya di Facebook hingga akhirnya ditangkap polisi.
Selanjutnya APA mengidentifikasi ada tiga kategori atau tahapan selfitis ini:
Batas selfitis (borderline selfitis), mereka yang setiap harinya
mengambil tiga foto selfies tapi tidak selalu mengunggahnya ke jejaring sosial.
Berikutnya, Selfitis akut (acute selfitis), mereka yang mempunyai
kebiasaan setiap harinya tiga foto selfies dan mengunggahnya di jejaring sosial.
Terakhir,Selfitis kronis(cronic selfitis), ini yang paling parah, dimana
yang terkena selfitis kronis tidak bisa mengontrol lagi kemauan untuk selalu foto
selfie. Setiap harinya setidaknya enam kali selfie dan mengunggahnya ke-
jejaring sosial.
Berlebihan dalam hal apapun akan berdampak buruk, jadi secukupnya saja.
Memang relatif untuk setiap orang, tapi paparan para psikiater diatas bisa jadi
acuan, sudah sejauh mana hobi selfie anda, normal, akut atau kronis? Penulis
sendiri kebetulan jarang selfie, jadi masih relatif aman dari sakit mental ini.
Bagaimana dengan anda?
Dammam, 07/04/2014
Sumber
http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2014/04/07/selfitis-penyakit-mental-penggemar-selfie-645324.html
@





0 komentar:
Posting Komentar - Kembali ke Konten