Mencapai Hubungan Intim yang Sempurna

Bicara hubungan intim tentunya berkorelasi dengan hubungan seks. Hubungan antara 2 orang berbeda jenis kelamin yang dimabuk cinta. Ketika laki-laki dan perempuan sampai pada hubungan intim, maka hubungan keduanya bukan sebatas menyatukan tubuh, tetapi menyatukan jiwanya pula. Mereka tak lagi dua, tetapi satu. Kawin.
Salah besar bila hubungan intim dianggap sebagai hal yang biasa saja, sebuah kebutuhan, sebuah kewajiban, apalagi sebuah percobaan, terlebih-lebih untuk tujuan pelecehan. Hubungan intim mempunyai makna suci dan keluhuran menyatukan 2 manusia menjadi satu, badan dan jiwa. Hubungan yang dapat melahirkan manusia baru,  yang merupakan karya besar Sang Pencipta.
Dua orang berlainan jenis kelamin mengawali hubungannya dengan rasa saling ketertarikan. Mungkin karena kelebihan fisik yang menawan, seperti : cantik, manis, sexy, berkulit putih atau eksotis, tampan, gagah, macho dan lain-lain. Bisa juga karena kelebihan non fisik, seperti : ramah, pandai, manja, cerdas, kaya, mapan, tegas, keibuan atau kebapakan, dan lain lain. Ketertarikan awal akan berlanjut dengan pendekatan untuk bisa saling mengenal satu sama lain dan secara bertahap hubungan itu mencapai komitmen untuk ke tahap yang lebih serius dan pengikatan janji sehidup semati.
Dua orang bisa menemukan keintimannya saat pertama kali bertemu. Chemistry-nya dapat, begitu kata orang. Ada juga yang menemukan setelah menikah beberapa lama. Benar-benar tidak ada rumus dan polanya. Keintiman yang sempurna akan jauh melesat menembus hubungan intim secara fisik.
Ciri-ciri hubungan intim yang sempurna
  1. Ketergantungan. Keberadaan satu sama lain punya makna yang besar.  Ada hubungan saling kait-mengkait diantara keduanya. Keberadaan pasangannya menjadi kebutuhan.
  2. Saling melengkapi dan saling menerima. Kehadiran pasangan yang dapat saling melengkapi kekurangannya, dengan bersama kekurangan itu menjadi tertutupi. Menerima pasangan apa adanya. Bukankah sebuah kelebihan itu relatif juga di mata orang lain?
  3. Saling menjaga. Sebuah hubungan akan nyaman dijalani karena saling menjaga, terutama menjaga perasaan pasangannya. Saling menjaga juga dalam bentuk menjaga kesehatannya, menjaga agar tetap setia, menjaga semangatnya, menjaga kehormatannya, menjaga daya tariknya satu sama lain.
  4. Tidak mencari keuntungan. Hubungan intim yang tulus, tidak mencari keuntungan. Mau menerima apa adanya dan memberikan yang terbaik. Tidak menuntut timbal balik.
  5. Merasa bahagia karena dapat membahagiakan. Berusaha untuk memberi kebahagiaan, karena melihat pasangan bahagia membuat dirinya sendiri bahagia. Mau berkurban dan tidak merasa direpotkan.
  6. Mampu berkomunikasi secara intim. Segala sesuatu bisa dibicarakan, dibahas meskipun itu hanya hal-hal yang tak penting. Mampu menyampaikan apa yang disukai dan tidak disukai. Berkomunikasi intim, juga termasuk dalam bentuk bahasa tubuh.
  7. Saling memiliki daya tarik seksual yang spesifik. Daya tarik seksual punya kekuatan magis untuk menarik lawan jenis. Setiap orang berbeda-beda zona erotisnya, berbeda-beda pula orang menemukan sisi sensual dari pasangannya. Dengan mengklopkan hal itu akan ada menambah kekuatan hubungan intim diantara pasangan.
Pertanyaannya, dimana hubungan intimnya? Kok dari tadi tidak ada hot-hotnya artikel ini? Mari kita cari tahu jawabannya! Ketika dua orang menyatu lebih dari raganya, saat itulah hubungan intim menjadi lekat, sulit dipisahkan. Jiwa dan raga yang menyatu, bukan hanya memberi kepuasan tetapi bisa menguatkan sebuah hubungan.
Hubungan intim yang sempurna adalah pencapaian level tertinggi, yang membuat  hubungan itu tidak lapuk oleh waktu. Aura masing-masing tidak dapat memudar,  selalu sama dengan saat pertemuan pertama. Masing-masing bisa memancarkan daya tarik luar biasa sepanjang hubungan itu berlangsung yang hanya bisa dirasakan dan dinikmati oleh pasangannya. Selalu tampak “menarik”, selalu dapat membangkitkan “gairah” pasangannya sampai tua. Mempunyai rasa takut kehilangan, karena tak tergantikan keberadaannya.
Akan selalu ada yang baru dalam kehidupan kebersamaan mereka, sehingga tidak pernah ada rasa bosan. Keintiman yang bukan hanya di ranjang, tetapi di mana saja, sepanjang kehidupan mereka. Hubungan intim juga meliputi komunikasi yang intim, sikap dan perbuatan yang intim, cara mengatasi masalah secara intim.
Mereka berdua menemukan nikmatnya hidup bersama, keindahan dan kekuatannya.
Semoga pertanyaan di atas terjawab, ternyata keintiman di ranjang hanya salah satunya. Salah satu yang sangat penting, tetapi bukan satu-satunya yang terpenting. Masih ada keintiman yang lain untuk membuatnya sempurna.
Pasangan yang mampu mencapai hubungan intim sempurna, menemukan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan bersama. Mampu mengentaskan banyak kesulitan dalam memperjuangkan hidup bersama. Setiap persoalan yang dapat terselesaikan makin menguatkan kebersamaan mereka. Keintimanlah yang merekatkan mereka, bukan alasan lain.Cantik, kaya, tampan, gagah, pintar dan lain-lain lagi, semua itu menjadi nomor dua dan seterusnya.
Bukan hanya hot di ranjang, tetapi hot di segala suasana. Hanya mereka yang tahu rahasianya, dan tak mudah membagi rahasia itu. Setiap orang beda rasa, beda selera, beda cara, beda pemahaman. Menyatukan hubungan menjadi anyaman yang indah dan bermakna. Memerlukan seni tersendiri dan perjuangan terus menerus.
Buah-buah hubungan intim yang sempurna adalah : menemukan makna dalam menjalani hidup bersama sebagai pasangan, cinta yang bertumbuh karena dirawat dan dipupuk. Makin memahami dan bisa menerima karakter masing-masing. Menjadi pribadi yang lebih baik dan rendah hati. Banyak permasalahan hidup dapat terselesaikan dengan cara yang mudah. Hubungan intim di ranjangpun jadi makin hangat.
Beberapa tokoh terkenal di negeri ini yang menurut saya bisa jadi panutan mencapai hubungan intim yang sempurna adalah : pasangan Bapak Habibie dan Ibu Ainun, pasangan Sophan Sophian dan Widiawati serta pasangan Muchsin dan Titik Sandora.
Salam Bahagia
 
sumber
http://m.kompasiana.com/post/read/657843/2/mencapai-hubungan-intim-sempurna.html



@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

Mencapai Hubungan Intim yang Sempurna