JK Cawapres Jokowi Tidak Bikin Saya Terkejut

Akhirnya berita yg dinanti publik tentang cawapres yg bakal mendampingi Jokowi terjawab sudah. Hari ini bertempat di gedung Joang, Jakarta Pusat, deklarasi pasangan tersebut diumumkan dan akan segera didaftarkan ke KPU. Berita simpang siur mengenai siapa bakal pendamping Jokowi sempat memunculkan beberapa nama termasuk diantaranya putri Megawati, Puan Maharani. Penunjukkan Jusuf Kalla merupakan salah satu bukti lagi bahwa mantan presiden keempat tsb lebih memikirkan kepentingan bangsa dan negara daripada trah Soekarno untuk dipaksakan menjadi calon wakil presiden.

Jauh sebelum Jokowi diberi mandat oleh Megawati sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sekitar bulan oktober saya pernah membuat artikel dengan judul Meraba Pasangan Jokowi Jika Nyapres. Saat itu radar cenayang saya walau tidak begitu mengenal masalah perpolitikan di Indonesia dan dianggap oleh sebagian orang mempunyai otak udang, namun sedikit bisa membaca peta politik yg bakal terjadi di Indonesia. Ada keyakinan (bukan info dari intern PDIP lho…) bahwa Jokowi bakal dicapreskan oleh PDIP dan mantan wakil presiden, Jusuf Kalla, yg bakal mendampinginya.

Sewaktu beredar tentang nama-nama yg akan dijadikan cawapres Jokowi masih simpang siur dan ada pihak2 yg memperkeruh suasana di internal partai moncong putih tsb dengan memunculkan Puan Maharani dikabarkan akan menjadi pendamping Jokowi, bagi saya hanya rumor yg bertujuan menjatuhkan keluarga trah Soekarno khususnya Megawati. Penggiringan opini pada masyarakat seakan-akan Mega masih haus kekuasaan dan akan berusaha melanggengkan dinasti Soekarno. Tidak dipungkiri bahwa sebagian kader PDIP yg militan memang ada yg menghendaki kesinambungan pemegang kekuasaan dilanjutkan oleh trah sang proklamator, namun Mega dengan kebesaran jiwanya sekali lagi lebih mendengar keinginan rakyat banyak untuk tidak memaksakan kehendak dan lebih melihat kepentingan besar demi bangsa dan negara. Puan Maharani dianggap belum cukup berpengalaman di bidang pemerintahan untuk didampingkan dengan Jokowi. Penolakan dari kalangan intern dan juga masyarakat luas pada Puan hanya akan menurunkan elektabilitas pasangan capres dan cawapres yg diusungnya. Tentunya juga berakibat status oposisi bakal disandang lagi oleh PDIP.

Dengan telah diresmikannya pasangan Jokowi dan JK untuk maju dalam pemilihan presiden pada 9 juli ini, tentunya bagi para pendukung Jokowi tidak terlalu kecewa dengan dipilihnya Jusuf Kalla sebagai pendampingnya. Kemungkinan ada sebagian masyarakat yg tidak terpenuhi keinginannya untuk menyandingkan Jokowi dengan kriteria pasangan pilihannya. Namun pasangan ini sudah cukup baik karena telah mewakili Jawa dan non Jawa. Hal yg lumrah jika suatu kebijaksanaan tidak bisa memuaskan semua pihak. Hanya saja yg harus dilihat apakah kebijaksanaan tsb lebih mencakup pada kepentingan lebih besar. Untuk itu bagi Jokowi lovers mari bergandengan tangan bersama memuluskan terpilihnya pasangan ini menuju RI 1 dan RI 2 demi Indonesia Hebat yg kita cita-citakan. Menuju masyarakat gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerta raharjo…
 
Sumber
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2014/05/19/jk-cawapres-jokowi-tidak-bikin-saya-terkejut-657756.html



@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

JK Cawapres Jokowi Tidak Bikin Saya Terkejut