Wanita yang di diagnosa dengan kanker payudara itu dianjurkan agar menerapkan perubahan gaya hidup natural, untuk membantu meningkatkan peluang kesembuhan mereka.
Salah satu strategi simple tapi efisien adalah dengan memulai suatu program berolahraga secara rutin.
Menurut suatu studi baru, para pasien kanker payudara yang memulai program berolahraga rutin setelah enam bulan terdiagnosa, berhasil mengurangi peluang mereka untuk meninggal sebanyak 30 persen.
Menurut para peneliti, para pasien kanker payudara yang berolahraga minimal 2½ jam per minggu selama 18 bulan berturut-turut, telah membantu dirinya sendiri dalam memerangi penyakit dan meningkatkan peluang mereka untuk bertahan.
Hasil-hasil yang lebih baik terlihat pada orang-orang yang berolahraga hampir setiap hari.
Hasil yang serupa juga terlihat dalam suatu studi awal dari Harvard Medical School.
Menurut para peneliti, para pasien kanker payudara yang berolahraga selama tiga sampai lima jam per minggu, berhasil menurunkan peluang mereka untuk meninggal hampir sebanyak 50%, dibanding wanita yang sedentary.
“Bahkan, berapapun jumlah dari olahraga mingguan, itu bisa meningkatkan suatu kemungkinan pasien untuk selamat dari kanker payudara, dan ini tetap berlaku entah wanita tersebut telah terdiagnosa sejak awal atau setelah kanker mereka menyebar,” kata Dr. Mercola.
Anjuran-anjuran untuk berolahraga ini disponsori oleh Macmillan Cancer Support. Menurut Jane Maher, ketua petugas medis di Macmillan Cancer Support dan onkologi klinis:
“Anjuran sebelumnya yang akan saya berikan pada salah satu dari pasien saya adalah untuk ‘bersantai’. Tapi sekarang anjuran ini telah berubah secara signifikan, karena pengakuan bahwa jika berolahraga fisik itu adalah suatu obat, maka itu akan menjadi headlines.”
Mengapa Berolahraga Bisa Membantu Memerangi dan Mencegah Kanker?
Berolahraga membantu mengurangi sensitivitas receptor insulin dan menurunkan level insulin serta leptin, yang merupakan cara ampuh untuk mengurangi resiko kanker.
Efek bermanfaat lain dari berolahraga adalah meningkatkan apoptosis atau kematian cell terpogram, yang mengurangi kemungkinan cell-cell kanker untuk mati.
Sirkulasi cell-cell immune di dalam tubuh dan sistem lymphatic juga meningkat dengan berolahraga.
Cell-cell immune itu penting dalam menetralisir pathogen-pathogen dan menghancurkan cell-cell precancerous diseluruh tubuh.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal juga meneliti hubungan antara berolahraga dengan kanker, dan menemukan bahwa berolahraga itu mempengaruhi proses-proses biologis yang mungkin mempengaruhi resiko kanker secara langsung. Ini termasuk:
Kapasitas cardiovascular
Keseimbangan energy
Kapasitas paru-paru
Fungsi immune
Bowel motility
Pertahanan antioxidant
Level-level Hormon
Perbaikan DNA
Pasien Kanker dan Orang yang Bebas Kanker Harus Berolahraga
Para peneliti mencatat adanya peningkatan bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik itu memainkan suatu peranan penting dalam semua tahap kanker, entah itu sebelum, selama, atau setelah pengobatan.
Suatu diagnosa kanker itu bisa sangat melelahkan secara fisik dan mental, terutama jika anda menjalani pengobatan konvensional misalnya radiasi atau chemotherapy (yang tidak dianjurkan oleh Dr. Mercola karena efek-efek sampingnya yang berbahaya).
Melalui olahraga, anda bisa mengurangi gejala-gejala dan secara umum meningkatkan bagaimana anda merasa, sehingga anda bisa kembali ke rutinitas normal.
Menurut suatu laporan dari MacMillan Cancer Support, berolahraga itu mungkin:
Mengurangi keletihan dan meningkatkan level energi anda
Membantu mangatasi stress, kecemasan, mood rendah, atau depresi
Meningkatkan kesehatan tulang dan jantung (obat-obatan chemotherapy dan radiotherapy mungkin akan memberikan anda gangguan-gangguan pada jantung dikemudian hari)
Membangun kekuatan otot, mengurangi nyeri, dan meningkatkan kisaran gerakan anda
Menjaga berat badan yang sehat
Meningkatkan nafsu makan
Membantu anda agar tidur lebih nyenyak
Mencegah konstipasi
Namun, penting bagi anda untuk tetap berolahraga sekalipun jika anda tidak memiliki kanker.
“Berolahraga itu adalah salah satu strategi paling ampuh yang ada untuk mengurangi resiko kanker, jadi dengan memulai suatu program saat anda masih terbebas dari kanker seharusnya meningkatkan peluang anda untuk tetap terbebas,” kata Dr. Mercola.
Biasakah suatu Rutinitas Olahraga Singkat Memberikan Hasil yang Sama?
Dr. Mercola menambahkan bahwa olahraga singkat, intensitas tinggi misalnya Peak Fitness itu mungkin memberikan hasil yang lebih baik.
Setidaknya satu jam intensitas tinggi per minggu itu mungkin lebih bermanfaat bagi para pasien kanker dan non-kanker.
Dalam satu jam tersebut, pemanasan, pemulihan, dan peregangan itu sudah termasuk; jumlah aktual dari olahraga intensitas tinggi itu hanya 12 menit per minggu. Rutinitas ini efektif tapi terjangkau.
Namun, dia mengingatkan anda untuk selalu mendengarkan tubuh anda. Terkadang, anda mungkin perlu berolahraga pada suatu intensitas yang lebih rendah atau untuk durasi waktu yang lebih pendek.
Jika anda perlu beristirahat, maka lakukanlah. Jika sistem immune anda sudah sangat lemah, anda mungkin perlu berolahraga dirumah dari pada mengunjungi suatu fitness center publik.
Tips Lain untuk Pencegahan Kanker yang Perlu di Ingat:
Jika orang-orang membuat pilihan-pilihan gaya hidup yang lebih bijak, setidaknya 40 persen dari kasus kanker payudara itu seharusnya bisa dicegah.
Untuk membantu anda menghindari kanker payudara, Dr. Mercola merekomendasikan strategi-strategi simple berikut ini:
Makan dengan sehat. Hindari makanan-makanan olahan dan gula, terutama fructose. Semua jenis gula itu memajukan kanker. Lebih baik, konsumsilah makanan-makanan organik dan sayuran segar.
Dapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup. Kekurangan vitamin D mungkin akan meningkatkan peluang anda untuk mengembangkan kanker. Optimalkan level vitamin D anda dengan expose yang cukup ke sinar matahari, atau supplementasi oral D3.
Tidur yang cukup. Pengobatan-pengobatan Ayurveda mengatakan bahwa waktu tidur yang ideal itu antara jam 10 malam sampai jam 6 pagi. Sebisa mungkin, tidurlah dalam kamar yang gelap, sehingga tubuh anda akan memproduksi melatonin, suatu pembasmi kanker natural.
Atasi stress anda. Resiko anda untuk terkena kanker payudara menjadi 12 kali lebih tinggi dalam lima tahun berikutnya setelah mengalami suatu kejadaian traumatis atau yang sangat membuat stress.
Sumber: This Simple Technique May Help You Beat Breast Cancer
Salah satu strategi simple tapi efisien adalah dengan memulai suatu program berolahraga secara rutin.
Menurut suatu studi baru, para pasien kanker payudara yang memulai program berolahraga rutin setelah enam bulan terdiagnosa, berhasil mengurangi peluang mereka untuk meninggal sebanyak 30 persen.
Menurut para peneliti, para pasien kanker payudara yang berolahraga minimal 2½ jam per minggu selama 18 bulan berturut-turut, telah membantu dirinya sendiri dalam memerangi penyakit dan meningkatkan peluang mereka untuk bertahan.
Hasil-hasil yang lebih baik terlihat pada orang-orang yang berolahraga hampir setiap hari.
Hasil yang serupa juga terlihat dalam suatu studi awal dari Harvard Medical School.
Menurut para peneliti, para pasien kanker payudara yang berolahraga selama tiga sampai lima jam per minggu, berhasil menurunkan peluang mereka untuk meninggal hampir sebanyak 50%, dibanding wanita yang sedentary.
“Bahkan, berapapun jumlah dari olahraga mingguan, itu bisa meningkatkan suatu kemungkinan pasien untuk selamat dari kanker payudara, dan ini tetap berlaku entah wanita tersebut telah terdiagnosa sejak awal atau setelah kanker mereka menyebar,” kata Dr. Mercola.
Anjuran-anjuran untuk berolahraga ini disponsori oleh Macmillan Cancer Support. Menurut Jane Maher, ketua petugas medis di Macmillan Cancer Support dan onkologi klinis:
“Anjuran sebelumnya yang akan saya berikan pada salah satu dari pasien saya adalah untuk ‘bersantai’. Tapi sekarang anjuran ini telah berubah secara signifikan, karena pengakuan bahwa jika berolahraga fisik itu adalah suatu obat, maka itu akan menjadi headlines.”
Mengapa Berolahraga Bisa Membantu Memerangi dan Mencegah Kanker?
Berolahraga membantu mengurangi sensitivitas receptor insulin dan menurunkan level insulin serta leptin, yang merupakan cara ampuh untuk mengurangi resiko kanker.
Efek bermanfaat lain dari berolahraga adalah meningkatkan apoptosis atau kematian cell terpogram, yang mengurangi kemungkinan cell-cell kanker untuk mati.
Sirkulasi cell-cell immune di dalam tubuh dan sistem lymphatic juga meningkat dengan berolahraga.
Cell-cell immune itu penting dalam menetralisir pathogen-pathogen dan menghancurkan cell-cell precancerous diseluruh tubuh.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal juga meneliti hubungan antara berolahraga dengan kanker, dan menemukan bahwa berolahraga itu mempengaruhi proses-proses biologis yang mungkin mempengaruhi resiko kanker secara langsung. Ini termasuk:
Kapasitas cardiovascular
Keseimbangan energy
Kapasitas paru-paru
Fungsi immune
Bowel motility
Pertahanan antioxidant
Level-level Hormon
Perbaikan DNA
Pasien Kanker dan Orang yang Bebas Kanker Harus Berolahraga
Para peneliti mencatat adanya peningkatan bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik itu memainkan suatu peranan penting dalam semua tahap kanker, entah itu sebelum, selama, atau setelah pengobatan.
Suatu diagnosa kanker itu bisa sangat melelahkan secara fisik dan mental, terutama jika anda menjalani pengobatan konvensional misalnya radiasi atau chemotherapy (yang tidak dianjurkan oleh Dr. Mercola karena efek-efek sampingnya yang berbahaya).
Melalui olahraga, anda bisa mengurangi gejala-gejala dan secara umum meningkatkan bagaimana anda merasa, sehingga anda bisa kembali ke rutinitas normal.
Menurut suatu laporan dari MacMillan Cancer Support, berolahraga itu mungkin:
Mengurangi keletihan dan meningkatkan level energi anda
Membantu mangatasi stress, kecemasan, mood rendah, atau depresi
Meningkatkan kesehatan tulang dan jantung (obat-obatan chemotherapy dan radiotherapy mungkin akan memberikan anda gangguan-gangguan pada jantung dikemudian hari)
Membangun kekuatan otot, mengurangi nyeri, dan meningkatkan kisaran gerakan anda
Menjaga berat badan yang sehat
Meningkatkan nafsu makan
Membantu anda agar tidur lebih nyenyak
Mencegah konstipasi
Namun, penting bagi anda untuk tetap berolahraga sekalipun jika anda tidak memiliki kanker.
“Berolahraga itu adalah salah satu strategi paling ampuh yang ada untuk mengurangi resiko kanker, jadi dengan memulai suatu program saat anda masih terbebas dari kanker seharusnya meningkatkan peluang anda untuk tetap terbebas,” kata Dr. Mercola.
Biasakah suatu Rutinitas Olahraga Singkat Memberikan Hasil yang Sama?
Dr. Mercola menambahkan bahwa olahraga singkat, intensitas tinggi misalnya Peak Fitness itu mungkin memberikan hasil yang lebih baik.
Setidaknya satu jam intensitas tinggi per minggu itu mungkin lebih bermanfaat bagi para pasien kanker dan non-kanker.
Dalam satu jam tersebut, pemanasan, pemulihan, dan peregangan itu sudah termasuk; jumlah aktual dari olahraga intensitas tinggi itu hanya 12 menit per minggu. Rutinitas ini efektif tapi terjangkau.
Namun, dia mengingatkan anda untuk selalu mendengarkan tubuh anda. Terkadang, anda mungkin perlu berolahraga pada suatu intensitas yang lebih rendah atau untuk durasi waktu yang lebih pendek.
Jika anda perlu beristirahat, maka lakukanlah. Jika sistem immune anda sudah sangat lemah, anda mungkin perlu berolahraga dirumah dari pada mengunjungi suatu fitness center publik.
Tips Lain untuk Pencegahan Kanker yang Perlu di Ingat:
Jika orang-orang membuat pilihan-pilihan gaya hidup yang lebih bijak, setidaknya 40 persen dari kasus kanker payudara itu seharusnya bisa dicegah.
Untuk membantu anda menghindari kanker payudara, Dr. Mercola merekomendasikan strategi-strategi simple berikut ini:
Makan dengan sehat. Hindari makanan-makanan olahan dan gula, terutama fructose. Semua jenis gula itu memajukan kanker. Lebih baik, konsumsilah makanan-makanan organik dan sayuran segar.
Dapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup. Kekurangan vitamin D mungkin akan meningkatkan peluang anda untuk mengembangkan kanker. Optimalkan level vitamin D anda dengan expose yang cukup ke sinar matahari, atau supplementasi oral D3.
Tidur yang cukup. Pengobatan-pengobatan Ayurveda mengatakan bahwa waktu tidur yang ideal itu antara jam 10 malam sampai jam 6 pagi. Sebisa mungkin, tidurlah dalam kamar yang gelap, sehingga tubuh anda akan memproduksi melatonin, suatu pembasmi kanker natural.
Atasi stress anda. Resiko anda untuk terkena kanker payudara menjadi 12 kali lebih tinggi dalam lima tahun berikutnya setelah mengalami suatu kejadaian traumatis atau yang sangat membuat stress.
Sumber: This Simple Technique May Help You Beat Breast Cancer
Sumber
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/02/05/teknik-simpel-untuk-mengalahkan-kanker-payudara-531609.html
@
Tagged @ Cewek
Tagged @ Gaya Hidup
Tagged @ kanker
Tagged @ kesehatan
Tagged @ Payudara
Tagged @ Wanita





0 komentar:
Posting Komentar - Kembali ke Konten