Di era super narsis sekarang ini ada istilah trendi yang beberapa dekade lampau jarang dipakai orang yaitu augmentation. Menurut salah satu kamus Inggris augmentation dimaknai dengan the action or process of making or becoming greater in size or amount. Jadi secara singkatnya bermakna ‘memperbesar’. Orang enggan memakai kata enlargement karena terasa kurang seksi dan kurang bergengsi, padahal maknanya sami mawon. Alhasil, kata augmentation ini pun laris manis diobral dalam wacana perbincangan khususnya menyangkut konsep memperindah penampilan tubuh.
Ada istilah breast augmentation yaitu memperbesar ukuran payudara dari cup size A ke D, ada penile augmentation, memperbesar ukuran penis, gluteal augmentation, memperbesar ukuran pantat, hip augmentation, memperbesar ukuran pinggul, lip augmentation, membuat bibir yang lebih berisi dan seksi, chin augmentation, membuat dagu yang lebih menonjol, cheek augmentation, membuat pipi yang lebih cempluk, jaw augmentation untuk membuat agar seorang pria mempunyai rahang yang lebih maskulin dan macho. Juga ada pula istilah gps augmentation yaitu sistem untuk lebih meningkatkan keakurasian GPS di dalam menentukan koordinat sesuatu lokasi.
Seperti sudah diketahui breast augmentation banyak dilakukan dengan cara melakukan implan kantung silikon, kantung saline dan sebagainya. Namun disamping penampilan payudara yang kurang natural, cara ini juga mengandung sejumlah resiko dan efek samping yang kurang menguntungkan. Oleh karenanya, dewasa ini sudah mulai marak dirintis operasi pembesaran payudara dengan cara menyuntikkan lemak yang disedot pada liposuction ke dalam payudara. Liposuction (penyedotan lemak) dilakukan umumnya pada wilayah tubuh yang ‘menggelambir’ seperti pada perut, paha, pantat, lengan dan sebagainya, sehingga si empunya tubuh akan nampak langsing kembali. Namun lemak yang disedot ini tidak dibuang, melainkan didaur-ulang untuk disuntikkan ke dalam payudaranya. Jadi ini operasi yang ‘sambil menyelam minum air’, si wanita akan mengalami singset di bagian perut dan paha sekaligus berisi di dadanya.
Tentu saja prosedurnya tidaklah sesederhana seperti yang diuraikan di atas. Setelah dilakukan penyedotan lemak (liposuction), maka lemak tersebut akan mengalami proses pengkayaan (enrichment) di mana diseleksi sel lemak yang mengandung sel punca (stem cells) dan seterusnya disuntikkan selapis demi selapis pada payudara. Dengan adanya sel punca ini diharapkan lemak yang disuntikkan ini akan beregenerasi dengan sempurna di dalam payudara sehingga efek pembesaran ini akan bersifat menetap. Tentu saja, masih ada kemungkinan lemak yang disuntikkan ini akan mati dan akan hilang diserap oleh tubuh, dalam hal mana pembesaran payudara ini dapat dikatakan gagal.
Sehubungan dengan maraknya operasi pembesaran payudara dengan menyuntikkan sel punca lemak yang disedot pada liposuction ini, persatuan dokter bedah plastik estetika Inggris baru-baru ini mengeluarkan pernyataan peringatan kepada masyarakat luas. Disebutkan bahwa metoda ini secara medis teknis belum dapat dipertanggung-jawabkan keamanannya, karena masih dalam tahap penelitian awal. Dibutuhkan waktu antara lima sampai sepuluh tahun, untuk membuktikan kesahihan cara operasi plastik ini. Sementara itu, klinik bedah di Inggris beramai-ramai mempromosikan cell-enriched fat grafting ini, antara lain di kota London, Glasgow, Swansea, Norwich, dengan ‘jaminan’ aman, karena lemak yang disuntikkan itu berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak mungkin akan terjadi penolakan oleh tubuh. Seorang petinggi dari persatuan ahli bedah plastik estetika ini menyatakan bahwa pemanfaatan riset yang belum selesai dirampungkan untuk tujuan komersial benar-benar adalah ‘pembajakan’ yang tidak boleh dianggap remeh.
Selain untuk breast augmentation, metoda dengan pencangkokan sel punca dari lemak ini juga dilakukan pada buttock augmentation (pembulatan pantat) dan hip augmentation (pembulatan pinggung). Kedua operasi ini banyak dilakukan pada kelompok transgender yang menginginkan penampilan tubuh yang lebih feminin, seperti gitar Spanyol. Dan bagaimana dengan penile augmentation? Sejauh ini belum ada laporan adanya pembesaran penis dengan cara disuntik dengan lemak yang disedot pada liposuction. Nampaknya selama bumi masih berputar, manusia tetap tidak pernah puas dengan penampilan tubuhnya sendiri dan selalu mengangankan tubuh dewi Venus dan dewa Narcissus.
Ada istilah breast augmentation yaitu memperbesar ukuran payudara dari cup size A ke D, ada penile augmentation, memperbesar ukuran penis, gluteal augmentation, memperbesar ukuran pantat, hip augmentation, memperbesar ukuran pinggul, lip augmentation, membuat bibir yang lebih berisi dan seksi, chin augmentation, membuat dagu yang lebih menonjol, cheek augmentation, membuat pipi yang lebih cempluk, jaw augmentation untuk membuat agar seorang pria mempunyai rahang yang lebih maskulin dan macho. Juga ada pula istilah gps augmentation yaitu sistem untuk lebih meningkatkan keakurasian GPS di dalam menentukan koordinat sesuatu lokasi.
Seperti sudah diketahui breast augmentation banyak dilakukan dengan cara melakukan implan kantung silikon, kantung saline dan sebagainya. Namun disamping penampilan payudara yang kurang natural, cara ini juga mengandung sejumlah resiko dan efek samping yang kurang menguntungkan. Oleh karenanya, dewasa ini sudah mulai marak dirintis operasi pembesaran payudara dengan cara menyuntikkan lemak yang disedot pada liposuction ke dalam payudara. Liposuction (penyedotan lemak) dilakukan umumnya pada wilayah tubuh yang ‘menggelambir’ seperti pada perut, paha, pantat, lengan dan sebagainya, sehingga si empunya tubuh akan nampak langsing kembali. Namun lemak yang disedot ini tidak dibuang, melainkan didaur-ulang untuk disuntikkan ke dalam payudaranya. Jadi ini operasi yang ‘sambil menyelam minum air’, si wanita akan mengalami singset di bagian perut dan paha sekaligus berisi di dadanya.
Tentu saja prosedurnya tidaklah sesederhana seperti yang diuraikan di atas. Setelah dilakukan penyedotan lemak (liposuction), maka lemak tersebut akan mengalami proses pengkayaan (enrichment) di mana diseleksi sel lemak yang mengandung sel punca (stem cells) dan seterusnya disuntikkan selapis demi selapis pada payudara. Dengan adanya sel punca ini diharapkan lemak yang disuntikkan ini akan beregenerasi dengan sempurna di dalam payudara sehingga efek pembesaran ini akan bersifat menetap. Tentu saja, masih ada kemungkinan lemak yang disuntikkan ini akan mati dan akan hilang diserap oleh tubuh, dalam hal mana pembesaran payudara ini dapat dikatakan gagal.
Sehubungan dengan maraknya operasi pembesaran payudara dengan menyuntikkan sel punca lemak yang disedot pada liposuction ini, persatuan dokter bedah plastik estetika Inggris baru-baru ini mengeluarkan pernyataan peringatan kepada masyarakat luas. Disebutkan bahwa metoda ini secara medis teknis belum dapat dipertanggung-jawabkan keamanannya, karena masih dalam tahap penelitian awal. Dibutuhkan waktu antara lima sampai sepuluh tahun, untuk membuktikan kesahihan cara operasi plastik ini. Sementara itu, klinik bedah di Inggris beramai-ramai mempromosikan cell-enriched fat grafting ini, antara lain di kota London, Glasgow, Swansea, Norwich, dengan ‘jaminan’ aman, karena lemak yang disuntikkan itu berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak mungkin akan terjadi penolakan oleh tubuh. Seorang petinggi dari persatuan ahli bedah plastik estetika ini menyatakan bahwa pemanfaatan riset yang belum selesai dirampungkan untuk tujuan komersial benar-benar adalah ‘pembajakan’ yang tidak boleh dianggap remeh.
Selain untuk breast augmentation, metoda dengan pencangkokan sel punca dari lemak ini juga dilakukan pada buttock augmentation (pembulatan pantat) dan hip augmentation (pembulatan pinggung). Kedua operasi ini banyak dilakukan pada kelompok transgender yang menginginkan penampilan tubuh yang lebih feminin, seperti gitar Spanyol. Dan bagaimana dengan penile augmentation? Sejauh ini belum ada laporan adanya pembesaran penis dengan cara disuntik dengan lemak yang disedot pada liposuction. Nampaknya selama bumi masih berputar, manusia tetap tidak pernah puas dengan penampilan tubuhnya sendiri dan selalu mengangankan tubuh dewi Venus dan dewa Narcissus.
@
Tagged @ Gaya Hidup
Tagged @ Payudara
Tagged @ Perempuan
Tagged @ Seks
Tagged @ Seksi
Tagged @ Wanita





0 komentar:
Posting Komentar - Kembali ke Konten