Majalah,Komik Porno di Jepang Antara Edan dan Kebebasan


Salah Satu Komik Jepang yang Tidak Vulgar, Tapi isinya sangat Vulgar menurut saya (dok.pribadi)

Hampir satu bulan saya di Jepang, sudah lima atau enam kota yang saya singgahi, kadang menginap beberapa hari ada juga hanya satu dua hari saja.

Ada dua hal di Jepang yang ada dimana saja yaitu, konvenien store dan vending machine, kalau di Indonesia seperti mini market dan mesin  jual otomatis.

Yang menarik perhatian saya adalah majalah porno dapat kita temui disetiap mini market, berada di tempat terbuka sehingga bisa dilihat oleh siapa saja.

Selanjutnya saya juga menemukan banyak komik porno dijual di took buku, juga berada di tempat terbuka sehingga bisa di lihat oleh siapa saja, memang kata beberpa warga Jepang yang saya Tanya bahwa ada batasan usia untuk bisa membeli, tapi kalau melihat dan membaca di tempat kan boleh saja.

Harga satu majalah bervariasi antara ¥700 - ¥1500 atau sekitar Rp 70,000-150,000, untuk komik lebih murah yaitu ¥350 atau sekitar 35ribu rupiah saja. Saya pilih satu komik yang tidak terlalu vulgar, walaupun itu sudah sangat vulgar menurut saya hanya untuk dilihat gambarnya karena belum bisa baca tulisannya.

Tujuan saya membeli satu komik yaitu untuk berdiskusi dengan rekan seminar warga Negara Jepang, bagaimana tanggapan dia terhadap maraknya peredaran majalah dan komik porno.

Menurut dia sebagai warga asli, porno adalah kebijakan yang riddicilus atau edan kita bisa menjumpai konten porno tidak hanya di toko buku dan mini market, di dalam kereta juga banyak terpsang gambar porno dan bahkan kalau anda bisa membaca tulisan iklan di Jepang banyak yang mengandung kata yang sangat jorok.

Setahu dia pemerintah lebih memberikan kebebasan (freedom) kepada warganya, seperti yang juga terjadi di Amerika.

Walaupun ini akan menjadi masalah di kemudian hari tapi itu diluar kewenangan saya, tapi secara pribadi saya lebih memberikan pendidikan kepada anak saya tentang sex.

Sekalipun harga komik Jepang tergolong murah, tapi cukup menyulitkan bagi kebanyakan remaja Jepang untuk membelinya, karena keterbatasa uang saku yang diberikan oleh mayoritas orang tua di jepang, rata-rata anak SMA usia 16-18 tahun hanya di beri uang saku ¥2500 per bulan atau setara dengan 250ribu rupiah saja. Untuk transportasi mereka menggunakan sepeda.

Di satu sisi jepang sangat maju dalam tekhnologi, kreatif adan innovative dalam segala hal, tapi jangan sampai pornografi merusak generasi bangsa Indonesia yang sedang menuntut ilmu disana, so be aware…

Sumber
http://kesehatan.kompasiana.com/seksologi/2013/11/27/majalah-dan-komik-porno-di-jepang-edan-dan-kebebasan--613656.html



@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

Majalah,Komik Porno di Jepang Antara Edan dan Kebebasan