Bersama Anak-anak (Sumber: prabowosubianto08.blogspot.nl)
Istilah “gentle agreement’ mengacu pada tradisi kesetiaan yang dianut
secara ketat oleh para Koboi Amerika pra-kemerdekaan, untuk
menyelaraskan kehidupan mereka di tengah savanna yang keras dan kejam.
Jika dua orang koboi berseteru kemudian sepakat untuk berdamai, maka
mereka akan bersulang minuman lalu melanjutkan hidup dalam kedamaian,
tanpa secuil dendam pun. Jika seorang koboi hendak bepergian lalu
menitipkan isterinya yang bahenol di rumah koboi lainnya untuk dijaga
dan dipelihara kehormatannya, maka temannya itu akan menjaganya dengan
mempertaruhkan nyawanya, tanpa kemungkinan mengkhianati janjinya. Itulah
yang disebut ‘gentle agreement’, atau perjanjian kesatria.
Ciri-ciri orang yang menganut tradisi ‘gentle agreement’ adalah tak
banyak bicara, sekali bicara ada maknanya. Ia terbiasa berpikir serius,
tekun dengan pekerjaannya. Ia pun menghormati martabat
wanita dengan tak pernah merendahkannya. Tak pernah sok pamer, tak
pernah kedapatan berhura-hura. Dan yang jelas, ia menyukai hewan ternak,
mengggemari olah raga berkuda dan sangat menyukai sepatu boot dan topi
koboinya….
Maka beruntunglah para buruh di Gelora Bung Karno kemarin, mereka
berhasil membuat ‘gentle agreement’ dengan seorang Koboi Bukit
Hambalang, ialah Prabowo Subianto. Capres
dari Partai Gerindra itu telah membacanya, lalu menyatakan sepuluh
tuntutan itu dapat diterimanya. Maka itu adalah kesepakatan yang telah
terkunci. Para buruh tak perlu meragukannya lagi, tak perlu perjanjian
bermaterai. Bahwa Prabowo akan memenuhi janjinya dengan sebaik-baiknya.
Tak ada opsi lain!
Tinggal para buruh yang harus memenuhi janjinya pula!
Go, ayo, menjadi Macan Asia!
*****
Sumber
http://politik.kompasiana.com/2014/05/05/gentle-agreement-bersama-prabowo-subianto-653744.html
@
Tagged @ Berita Nasional
Tagged @ Calon Presiden
Tagged @ Gerindra
Tagged @ Partai Gerindra
Tagged @ Politik
Tagged @ Prabowo Subianto
Tagged @ Wawasan





0 komentar:
Posting Komentar - Kembali ke Konten