Skandal Seks Wakil Rakyat

Tabloid Cek & Ricek menghilang dari peredaran, sehingga Ilham Bintang terpaksa minta maaf kepada pembaca setianya lewat twitter, dan berjanji akan melakukan penerbitkan ulang pada edisi yang sama. Penyebab hilangnya C & R itu dari peredaran, ternyata adalah tampilan cover C & R dengan wajah seorang anggota Dewan, berkopiah putih, berbaju putih dengan logo partai dan didada sebelah kanannya bertuliskan nama lengkap sang anggota Dewan, beritanya ditulis besar-besar dengan tinta putih berlatar merah mencolok “Skandel Seks Wakil Rakyat”.

Benarkah C & R menghilang dari peredaran, ataukah hanya trik dagang belaka. Jika benar C & R menghilang dari peredaran maka tak ayal lagi bahwa pelaku penghilangan tersebut adalah objek yang menjadi headline berita yang terkandung didalam cover tabloid tersebut. Biasanya orang yang tersangkut kasus dan diberitakan secara besar-besaran berupaya meredamnya, dulu peredaman berita ini selalu dilakukan oleh pejabat tertentu dengan cara menelpon keredaksi tapi setelah era reformasi ini bergulir cara ini menjadi basi, dan tidak ada upaya lain lagi kecuali dengan cara menghambat peredarannya, dan ini biasanya dilakukan dengan cara memborong habis ditingkat agen sehingga tak sampai ketangan pengecer apalagi ketangan publik pembaca.

Namun efektifkah cara ini, pasti tidak karena perbuatan ini akan menimbulkan kegelisahan dari para pembaca setia media tersebut selanjutnya memunculkan pertanyaan serta opini yang tak terkendali, ditingkat ini biasanya akan lebih membahayakan lagi karena kehebohan akan hilangnya sebuah media berita dari peredaran menjadi iklan tersendiri sehingga memancing banyak orang untuk memburunya, dan yang lebih celakanya lagi jika redaksi media yang bersangkutan mengetahui apa yang terjadi dilapangan, maka cetak ulangpun dilakukan, berita tetap juga sampai kepembaca.

Soal isi tabloid C & R yang memuat berita tentang perselingkuhan seorang anggota Dewan berinisial N dari fraksi partai besar dan berkuasa ini sesungguhnya sudah lama menjadi buah bibir, dan konon kabarnya skandal ini sudah sampai ke BK DPR dan informasi yang disampaikan oleh C & R dalam edisinya kali inipun menurut sumber yang layak dipercaya diperoleh dari BK DPR, entah benar entah tidak kitapun tak mengerti.

Mengapa berita ini menjadi heboh, karena pelaku perselingkuhan itu adalah seorang wakil rakyat, kalau pelakunya seorang penjaga malam mungkin tak menarik untuk disimak. Sebagai anggota Dewan dia dituntut bersih dari perbuatan tercela seperti itu. Memang, seperti yang dikatakan oleh wakil ketua Dewan Priyo Budisantoso anggota Dewan adalah manusia biasa yang tak luput dari kekhilafan, tapi tuntutan rakyat adalah seorang anggota dewan harus bebas dari perbuatan tercela, dia menjadi panutan bagi masyarakat banyak, disamping memiliki kecerdasan intelektual dia juga harus cerdas secara moral. Sanggupkah ? jika tak sanggup ya jangan jadi anggota Dewan.
 

Sumber
http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/03/skandal-seks-wakil-rakyat-313993.html



@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

Skandal Seks Wakil Rakyat